Sejarah Android (Android 1.0 A – Android 8.0 OREO)

Standard

Sepertinya kita sudah lama banget ya, mengenal Android… tapi taukah kamu? bahwa sebenarnya Android itu baru berusia 10 tahun sejak pertama kali benar-benar diluncurkan… Taukah kamu apabila awalnya Android itu diciptakan untuk software kamera? sebuah fakta yang menarik kan…

Sejarah Evolusi Android

Jadi untuk memperingati usia Android yang tepat se dekade ini, mari kita mulai bahas saja sejarah dan perkembangan Android…

Jadi semuanya berawal pada tahun 2003, jadi jauh sebelum Android diakuisisi oleh Google, Android merupakan sebuah start up kecil bernama Android Inc, yang didirikan oleh 4 pemuda di Palo Alto, California. Salah satunya adalah Andy Rubin, yang belakangan ini juga merilis smartphone besutannya, yaitu Essential Phone.

Pada tahun 2004, Andy Rubin mencoba menawarkan Android sebagai sistem operasi untuk Kamera Digital yang dapat dikoneksikan ke PC wireless dan hasil photo kita bisa disimpan secara online atau berbasis cloud.

Untungnya banyak produsen kamera digital yang tidak tertarik pada gagasan mereka bahwa Android merupakan sistem operasi yang penting untuk kamera digital.

Tapi semuanya berubah di tahun 2005, dimana GOOGLE, sebuah perusahaan mesin pencarian terbesar saat itu mengakuisisi ANDROID. Di Google inilah Android mulai dirintis menjadi “THE NEXT BIG THING”

Lalu pada tahun 2007 dimana sejarah ponsel pintar dimulai, yaitu dengan dirilisnya iPhone generasi pertama oleh Apple yang disebut-sebut sebagai sebuah revolusi dari ponsel itu sendiri.

Google merasa tertantang saat itu, hingga mereka membentuk sebuah formasi yang disebut sebagai OPEN HANDSET ALLIANCE yang didalamnya terdapat nama-nama besar seperti, HTC dan Motorola, hingga produsen chipset seperti Qualcomm dan yang kini hilang entah kemana, yaitu Texas Instruments dan didukung pula oleh operator T-Mobile disana.

Nah, sepanjang tahun 2007 itulah, Google beserta jajarannya tadi merancang sebuah ponsel yang akan disaingkan dengan iPhone yang kala itu menjadi sebuah fenomena karena kemewahan fitur yang dibawanya serta ponsel revolusioner.

Hingga akhirnya, OPEN HANDSET ALLIANCE berhasil menelurkan karya pertamanya dengan menggunakan sistem operasi Android pada tahun 2008. HTC yang menggandeng T-Mobile merilis HTC Dreams yang merupakan PONSEL PERTAMA yang menggunakan ANDROID sebagai sistem operasinya.

Ponsel berlayar 3,2 inch serta dipadukan antara touchscreen dan keyboard fisik ini dinilai gagal total oleh media serta karena ponsel ini tidak mendukung headphone jack 3.5 mm, walaupun sekarang banyak ponsel yang (dalam tanda kutip) meniru langkah yang sebenarnya sudah dilakukan Android, terutama HTC pada awal perilisannya.

Android yang digunakannya masih versi 1.0, tanpa menggunakan kode nama seperti sekarang ini.

Walaupun belum secanggih sekarang dan dinilai gagal, tapi produk ini sudah mendukung beberapa fitur menarik, antaranya Google Maps, YouTube dan browser yang mendukung HTML serta dengan adanya Android Market yang sekarang berubah nama menjadi Play Store.

Android pertama yang mempunyai kode nama “makanan penutup atau desert” pertama ialah versi 1.5 yaitu Cupcake yang dirilis pada tahun 2009, hampir setahun dari Android pertama yang dirilis ke publik.

Nama versi Android ini sendiri dibawah tanggung jawab oleh Ryan Gibson dengan alasan bahwa : “karena produk ponsel kita begitu manis, maka kita namakan versi android kita dengan nama-nama makanan penutup / dessert”

Lalu berselang beberapa bulan kemudian, tepatnya bulan September 2009, Android merilis update terbarunya, yaitu versi 1.6 yang dinamakan Android Donut.

Beberapa fitur baru ditanamkan di versi ini, antara lain sekarang mendukung baik itu GSM atau CDMA, lalu fitur Quick Search Box dan dukungan terhadap widget.

Sebulan kemudian atau pada bulan Oktober 2009, Android kembali merilis update dengan versi 2.0 dengan kode Eclair, yang membawa pembaruan seperti Speech, lalu multiple account, live wallpaper dan Google Maps Navigation yang dulu sangat berguna bagi saya.

Ponsel pertama yang dirilis menggunakan Android 2.0 Eclair ini adalah Motorola Droid yang melegenda dan dulu dijual eksklusif oleh Verizon.

Di seri Eclair inilah, saya pertama kali menggunakan Android, yaitu melalui ponsel SONY XPERIA X8 dan sepertinya saya masih menyimpannya di gudang sampai sekarang dan sudah saya update ke Android Gingerbread.

Lalu, pada tahun 2010, Google merilis ponsel hasil campur tangan mereka sendiri yang sangat melegenda mereka sebut dengan NEXUS, yaitu NEXUS ONE yang dirilis berbarengan dengan Google merilis Android terbarunya 2.1 dengan nama masih sama yaitu ECLAIR. Tapi beberapa setelahnya, NEXUS ONE ini langsung mendapatkan update ke Android 2.2 FROYO atau Frozen Yogurt yang antara lain membawa pembaruan support Adobe Flash dan bisa untuk hotspot atau sekarang lebih populer dengan sebutan tethering.

Nexus ONE ini sendiri dirancang oleh HTC dan saya dulu sempat membeli “tiruannya” yang dirilis oleh CROSS (sekarang berganti nama menjadi Evercoss) dengan seri CROSS A1 pada akhir 2010. Desain Cross A1 ini sebelas dua belas dengan NEXUS ONE dan dibekali pula dengan Android FROYO juga dan device nya sampai sekarang juga masih saya simpan walaupun back case nya mulai ditumbuhi dengan jamur.

Android 2.3 diluncurkan tidak lama pula setelah FROYO 2.2 rilis atau masih di tahun yang sama, 2010. Android 2.3 ini dinamakan Android Gingerbread. Bertepatan dengan perilisan Android 2.3 Gingerbread ini pula, Google yang kali ini bekerja sama dengan Samsung merilis pula Nexus S yang kali ini membawa pembaruan support NFC serta support untuk video chatting dengan menggunakan Google Talk pada saat itu.

Dan saya merasakan nikmatnya Android 2.3 Gingerbread ini melalui Sony Xperia X8 yang mendapatkan update juga walaupun sangat lama yaitu di akhir 2011 baru bisa di update.

Melompat ke tahun 2011, Android meluncurkan versi terbarunya yaitu versi 3.0 yang kali ini dinamakan Honeycomb yang dikhususkan untuk device berukuran besar, seperti tablet. Device yang pertama kali menggunakan Android 3.0 Honeycomb ini adalah tablet dari Motorola XOOM yang mempunyai tampilan berupa bar notifikasi yang terletak dibawah layar.

Perilisan Honeycomb ini sendiri menurut saya juga untuk mengejar Apple yang setahun sebelumnya merilis tablet pertamanya yang lagi-lagi revolusioner yaitu iPAD.

Pada bulan Oktober 2011, Google kembali melakukan penyempurnaan kepada sistem operasi besutannya dengan merilis Android versi 4.0 yaitu Ice Cream Sandwich. Seperti biasa, Google selalu merilis ponsel NEXUS terbaru mendampingi versi Android Ice Cream Sandwich mereka. Versi NEXUS yang dirilis kali ini kembali bekerja sama dengan Samsung yaitu salah satu device NEXUS terbaik mereka, yaitu SAMSUNG GALAXY NEXUS.

Samsung Galaxy Nexus ini menurut saya adalah salah satu device pertama yang mendukung teknologi LTE yang dirilis ke publik.

Di Android Ice Cream Sandwich ini, Google memperkenalkan desain terbaru yang mereka sebut dengan HOLO DESIGN yang membuat tampilan menjadi lebih menarik.

Di Android 4.0 ini pula, Google memperkenalkan cara baru bernavigasi di ponsel dengan menggunakan On Screen Navigation Keys dan salah satu fitur yang menarik adalah bisa menggunakan wajah kita untuk membuka ponsel atau disebut dengan Face Unlock.

Saya pertama kali merasakan sistem operasi Android Ice Cream Sandwich ini adalah di tablet besutan Smartfren yang melegenda, yaitu Smartfren Androtab 7.0 yang dirilis oleh Skyworth atau rilisan pertama Smartfren.

Kala itu, tablet ini modern banget, karena harga yang terjangkau serta touch screen nya yang enak banget.

Di tablet ini pulalah, saya dulu belajar membuat custom ROM untuk pertama kalinya dan berkenalan dengan developer-developer handal di Indonesia, antara lain dengan Djadi Satmiko Joank asal Lampung, Aloysius Aditya asal Ungaran dan Rio Spiderio asal Jakarta.

Melompat ke bulan Juni 2012, Google kembali merilis update, dengan versi Android 4.1 Jelly Bean. Nama Jelly Bean ini sendiri bertahan hingga 3 versi, yaitu 4.1, 4.2 yang dirilis Oktober 2012 dan masih bertahan di tahun 2013 bulan Juli tepatnya yang menggunakan versi 4.3 masih mempertahankan nama Jelly Bean ini.

Versi Jelly Bean ini paling terkenal karena Project Butter nya yang dikenal karena membuat touch screen lebih responsif dan smooth ketika bernavigasi di atasnya.

Selain itu Project Butter juga membuat animasi di Android menjadi lebih menarik. Google Now juga pertama kali dikenalkan di Android Jelly Bean ini di versi 4.2.

Seperti biasa, ketika memperkenalkan versi Android terbaru, Jelly Bean ini, tak lupa Google juga merilis produk Nexus terbarunya, kali ini agak spesial karena mereka merilis tablet berukuran 7 inch, yaitu Nexus 7 yang bekerja sama dengan Asus untuk produksinya.

Asus Nexus 7 ini juga salah satu produk laris manis, karena harganya yang cukup murah dan spesifikasi dari Nexus memang yang terbaik di jamannya.

Produk pertama yang saya nikmati menggunakan Jelly Bean juga masih besutan dari Smartfren, yaitu Smartfren Andromax Tab 7.0 yang dapat update ke Jelly Bean, lalu beralih ke produk terbaik Smartfren (bahkan hingga saat ini menurut saya) yaitu Smartfren Andromax U walaupun pada rilis pertama masih menggunakan Android 4.0.4 Ice Cream Sandwich tapi beberapa saat kemudian bisa di update ke 4.1 Jelly Bean.

Beralih ke tahun 2013 bulan September, Google kembali merilis Android terbarunya dengan versi 4.4 yang kali ini dinamakan dengan salah satu produk coklat terkenal, yaitu KITKAT.

Pada awalnya banyak rumor yang beredar bahwa nama Android K 4.4 ini adalah Key Lime Pie, hingga di salah satu komunitas terbesar Android, XDA, juga memprediksi nama Key Lime Pie dan akhirnya kita pun tertipu karena Google lebih memilih nama KITKAT.

Nexus 5 yang kali ini Google menggandeng LG juga sukses besar di pasaran dikarenakan hasil kameranya yang pada saat itu dianggap bagus serta desainnya yang keren, menjadi produk pertama yang merasakan nikmatnya KITKAT.

Pada akhir tahun 2014, terjadi perubahan besar-besaran pada update terbaru Android, yaitu versi 5.0 yang diberi nama LOLLIPOP.

Google memperkenalkan desain terbaru mereka, yang diberi nama MATERIAL DESIGN yang menggantikan HOLO yang mereka anggap sudah ketinggalan jaman.

Material Design ini lebih ke desain flat ke antarmuka dari sistem operasi ini. Di versi Lollipop ini pula, Google mendesain ulang tombol navigasi mereka, lebih minimalis ketimbang versi sebelumnya.

Produk pertama yang menggunakan Android 5.0 Lollipop ini adalah Nexus 6 yang diproduksi oleh Motorola dan Nexus 9, tablet yang diproduksi oleh HTC.

Nexus 6 dan Nexus 9 ini juga pertama kalinya Google merilis seri Nexus dengan harga premium atau mahal dari versi-versi Nexus sebelumnya.

Beralih ke tahun 2015, Google kembali merilis update terbarunya untuk Android, yaitu versi 6.0 yang kali ini diberi nama Marshmallow. Versi ini membawa pembaruan antara lain support USB Type C, Android Pay, Google Now on Tap serta yang paling kentara adalah app drawer yang sekarang scroll nya secara vertikal menggantikan sebelumnya yang menggulung secara horizontal.

Produk pertama yang menikmati Android 6.0 Marshmallow ini adalah Google Nexus 6P yang diproduksi Huawei serta Google kembali nostalgia dengan LG dengan merilis Nexus 5X.

Selain ponsel Nexus, yang menjadi lini terakhir dari NEXUS, sebelum akhirnya “dibunuh” oleh Google sendiri, Google juga memperkenalkan tablet besutannya sendiri yang dinamai dengan PIXEL C. Nama Pixel ini sendiri yang akan menjadi penerus dari seri NEXUS yang telah berakhir.

Di tahun 2016, Google tak henti-hentinya mengeluarkan update untuk sistem operasinya, kali ini versi 7.0 yang dinamai dengan NOUGAT. Pembaruannya antara lain support split-screen atau menjalankan dua aplikasi secara berdampingan secara langsung dan support VULKAN API yang membuat proses rendering 3D menjadi lebih cepat. Serta dukungan untuk Virtual Reality yang lebih mendalam di versi 7.0 Nougat ini.

Google juga menegaskan meninggalkan seri NEXUS di perilisan smartphone mereka, dengan merilis seri terbarunya, yaitu Google Pixel dan Google Pixel XL sebagai pencicip pertama versi Nougat ini.

Dan sepertinya Google mulai masuk ke ranah Premium, karena mematok harga Google Pixel dan Google Pixel XL ini yang mulai tidak ramah kantong lagi.

Selain besutan Google tersebut, ada yang unik pula, karena Google merelakan pula sistem operasi terbaru mereka, Nougat 7.0 ini untuk dinikmati oleh smartphone besutan LG, yaitu LG V20.

Di tahun 2017 ini, tepatnya bulan Agustus, Google mengumumkan pula update terbaru dari Android dengan versi 8.0 yang kali ini diberi nama sama seperti KITKAT atau menggunakan nama yang sudah menjadi brand dari suatu produk coklat, yaitu OREO.

Di pembaruan Android OREO 8.0 ini, Google membuat banyak sekali pembaruan di dalamnya, terutama dalam bentuk visual, seperti Picture in Picture Mode, Notification Channel, perubahan di menu Settings dan masih banyak lagi yang lainnya.

Untuk Smartphone pertama yang akan menerima Android Oreo out of the box adalah rumornya adalah Google Pixel 2 yang akan dirilis bulan depan, Oktober 2017.

Kalau saya sendiri, sudah mencicipi Android OREO 8.0 ini di device Xiaomi Mi 3 melalui custom ROM LineageOS yang beredar di XDA dan memang walaupun masih buggy, namun patut untuk dicoba.

Nah itu dia tadi sejarah singkat Android mulai dari awal mereka merintis sistem operasi, hingga menjadi Raja Sistem Operasi Smartphone sekarang ini.

Kalau kalian, apa ponsel Android pertama kalian dan sistem operasi Android versi berapa yang kalian nikmati pertama kali? mari kita diskusikan di kolom komentar di bawah!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s