Sejarah Ponsel Kamera

Standard

Sebelum era megapiksel, terjadi argumentasi tentang ponsel kamera pertama di dunia. Juni tahun 2000, Samsung merilis SCH-V200, sebuah ponsel yang mampu mengambil foto pada resolusi 0,35 megapiksel. Tetapi dalam SCH-V200 kamera dan komponen ponsel merupakan perangkat yang terpisah dan hanya berada di satu tubuh.

Namun dalam laporan BBC pada 2001, disebutkan bahwa ponsel kamera yang sesungguhnya diproduksi Sharp lewat J-Phone. J-SH04 memiliki resolusi kamera 0,11 megapiksel. Diproduksi November 2000, ponsel itu dapat mengirimkan hasil foto secara elektronik. Inilah yang menjadi perbedaan antara SCH-V200 dengan J-SH04.

1,3 Megapiksel

Meneruskan tren ponsel kamera, Sprint merilis PM8920 pada bulan Juli 2004. Ini adalah ponsel pertama di AS untuk fitur kamera 1,3 megapiksel. Kamera ini mampu menangkap gamabr dengan resolusi 1280 x 960 pixel. Tidak hanya bisa berbagi foto secara nirkabel, hasilnya juga cukup baik untuk dicetak. Terdapat tombol kamera khusus dan berbagai layanan pengaturan, termasuk opsi multi-shot untuk mengambil delapan foto cepat berturut-turut. Ini ditambah kemampuan untuk merekam suara rana sendiri. Saat itu, PM8920 dijual untuk $150.

Pada akhir 2004 ponsel kamera semakin mengangkasa. Canalys melaporkan bahwa lebih dari setengah dari ponsel yang dijual di seluruh dunia pada sembila bulan pertama tahun 2004 merupakan ponsel kamera. Dua-pertiga dari semua ponsel dikirim pada kuartal ketiga dari kamera ponsel. Lonjakan pamor ponsel kamera dipimpin oleh produsen Finlandia, Nokia.

2 Megapiksel
Pada tahun 2005 Nokia N90 membawa ponsel kamera ke level baru. Tidak hanya dibanggakan lewat kamera 2MP, namun juga karena memiliki optik Carl Zeiss, autofokus, dan flash LED. Jika anda ingat, ponsel ini memiliki layar yang dapat diputar, membuatnya memiliki kesan seperti camcorder.

3,2 Megapiksel

Pesaing utama Nokia dalam perlombaan kamera adalah Sony Ericsson. Cybershoot milik kamera digital Sony dibawa untuk mencuri mahkota ponsel kamera yang dipakai Nokia. Ponsel itu bernama K800i, dirilis pada 2006. Ponsel ini memiliki kamera 3,2 megapiksel dengan autofokus, image stabilization, dan Xenon flash.
Nokia membalas “kekurangajaran” Sony Ericsson dengan N73. Namun pada tahun 2007, fitur ponsel kamera telah mencapai puncaknya.

5 Megapiksel

Samsung memproduksi ponsel kamera 5 megapiksel pertama kali, tapi baru lebih populer setelah Nokia meluncurkan N95. Dikemas dengan desain geser yang mengesankan. Meski demikian, tidak ada yang lebih mengesankan dibanding kamera 5 megapiksel dengan lensa Carl Zeiss yang dibawanya. Ponsel itu menghasilkan foto yang indah dan bisa merekam video pada 30 fps. Bahkan, 5 megapiksel menjadi standar ponsel kamera high-end selama beberapa tahun.

Nokia N95. Nokia N95. (Wikimedia)

Sangat disayangkan karena masa emas ponsel kamera telah mencapai puncak. Meski memiliki kemampuan mengambil gambar yang bagus, Nokia N95 tidak memiliki layar sentuh. Bandingkan dengan iPhone 1 yang mengambil pasar pada Juni 2007, beberapa bulan pasca rilisnya N95. Perlu diketahui, iPhone 1 hanya memiliki kamera 2 megapiksel tanpa flash atau autofokus, serta tidak memiliki kemampuan merekam video.

Pada tahun 2008, Samsung i8510—juga dikenal sebagai INNOV8—merilis kamera 8MP pertama dalam upaya mengambil pasar. Tetapi dengan desainnya yang seperti menyalin Nokia seri N, INNOV8 tidak menarik minat konsumen.

Nokia mengikuti dengan N86. Namun LG Renoir menjadi ponsel kamera layar sentuh pertama dengan kamera 8 megapiksel

Persaingan megapiksel terus terjadi. Samsung menghadirkan 12 megapiksel pertama lewat M8910 Pixon12 pada tahun 2009. Gadget itu segera dikalahkan oleh Nokia N8 pada tahun 2010 dan 16 megapiksel Sony Ericsson S006 pada akhir tahun.

Source

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s