Alasan Kita HARUS Pakai HH Produk Lokal

Standard

Tahun-tahun ini baik Smartfren, Evercoss, Advan, Himax, IMO dan produk lokal lainnya gencar memasarkan produknya, khususnya Android. Ini menunjukkan betapa mereka bersemangat dalam meningkatkan kualitas produk-produknya agar bisa bersaing dengan merk Internasional. Namun sayang, masyarakat kurang menanggapi semangat tersebut.

Produk lokal seperti seperti Evercoss, Advan, Smartfren, dkk bisa kita ibaratkan sebagai produk “dulure dewe”. Namun sayangnya masih banyak di Indonesia yang tidak menyukai “dulure dewe”. Mereka lebih memilih beli produk orang lain daripada produk “dulure dewe”. Mungkin ada yang beralasan itu karena “dulure dewe” tidak serius dalam menggarap produknya yang memberi output produk-produk yang kurang berkualitas.

Tapi, jika tidak ada yang membeli, apakah produk “dulure dewe” bisa berkualitas? Tentu tidak. Semua Enterpreneur memulai usahanya dari Nol, dari produk yang belum berkualitas, karena adanya keterbatasan-keterbatasan seperti modal usaha dan lain-lain.

Andai saja Saya ini menjadi Djanto Jojo, CEO Evercoss, Saya tentu punya mimpi untuk bisa memproduksi produk-produk yang berkualitas dan bisa bersaing dengan merk-merk ternama lainnya. Namun Saya belum mampu. Produk Saya belum laris di pasaran karena masyarakat masih lebih memilih produk luar daripada produk Saya. Andai saja masyarakat lebih memilih produk Saya, tentu Saya nanti akan lebih semangat untuk menghasilkan produk-produk yang lebih berkualitas.

Di samping income saya menjadi lebih (hehe) Saya juga bisa memberi lapangan pekerjaan yang lebih pada masyarakat Indonesia. Bayangkan saja jika Indonesia punya perusahaan sekelas Samsung dan Apple, pasti keren! Kita tidak perlu mengandalkan barang-barang impor lagi karena kita sudah punya sendiri.

Evercoss, Himax, Smartfren, Advan dan produk lokal lainnya memang belum merakit sendiri produknya. Mereka bekerja sama dengan perusahaan luar. Hanya Polytron yang sudah merakit sendiri. Seperti Advan juga yang komponen elektronikanya berasal dari jerman, Samsung yang punya teknologi sendiri namun pabriknya ada tidak hanya di Korea namun juga di Vietnam dan Cina, dan juga seperti Apple yang mengambil Chip dari Samsung dan bekerjasama dengan Foxconn dari China & Taiwan dalam produksi.

Namun bukan tidak mungkin jika nantinya Evercoss, Advan, maupun produk lainnya bisa memproduksi sendiri di Indonesia. Forum XDA developer yang merupakan Forum Pengembangan OS Android dunia, tidak sedikit anggotanya yang berasal dari Indonesia. Pekerja yang berkualitas bukanlah masalah. Para mahasiswa yang berpotensi siap untuk dieksploitasi kecerdasannya untuk bisa  membuat produk sendiri. Semua hanya bergantung pada masyarakat yang mau mendukung atau tidak.

Sekarang memang produk lokal belum bisa bersaing dengan merk dunia jadi wajar jika ada dari konsumen yang merasa kurang puas. Namun bukan berarti tidak mampu berkualitas tapi “belum berkualitas”. Bagi saya pribadi, mereka yang terlalu fanatik memilih produk impor terlihat seperti orang bodoh atau egois. Bodoh dalam artian mereka tidak mengerti bahwa apa yang mereka lakukan telah menyebabkan banyak inflasi dan menurunya kesempatan perusahaan dalam negri untuk bisa maju.

Egois, jika ternyata mereka sudah mengetahui dampak negatif dari barang impor namun tetap memilih produk luar negeri. Pada 2012 Indonesia butuh 170 Triliun untuk bisa mengimbangi dampak negatif barang impor. Tindakan egois memilih barang Impor dan cuek terhadap dampak negatifnya jelas sangat tidak bijak. Lebih parah lagi mereka-mereka yang memilih Samsung hanya dengan alasan gengsi pakai Evercross atau produk lokal lainnya.

Saya bangga pakai Produk “dulure dewe”, kalimat itu yang ingin Saya sampaikan. Dengan membeli produk lokal Saya merasa telah berbuat satu hal baik lagi. Lagian produk-produknya juga tidak terlalu parah. Bagi mereka yang masih ragu dengan produk lokal, silahkan coba dulu baru komentar.

Tidak semuanya jelek. Saya pernah pakai Cross A7*, Cross A7#, Cross A7S, Cross A88, Evercoss A7V dan sangat-sangat puas. Andromax dari Smartfren dan Advan juga pernah nyoba, antara lain Andromax C, Andromax U (best I ever had so far), Andromax V, Andromax Z serta Advan S5F dan dari situ pula Saya menyimpulkan: “Oh bagus juga ya, gak kalah sama merk luar”.

Pada dasarnya, semua Android itu SAMA! Hampir semua aplikasi bisa di produk lokal. Spesifikasi pun sekarang mulai keren. Contohnya Himax Pure III, dengan harga sepertiga dari Samsung Galaxy S4, kita sudah bisa merasakan betapa nikmatnya Android kelas atas.

Setelah mengenal produk lokal, saya pun mempunyai keengganan membeli produk luar. Karena dengan membeli produk luar, kita sebenarnya hanya membeli tulisan (baca: merk) yang tertera di ponselnya, tapi dengan rasa yang (hampir) sama dengan produk dalam negeri.

So, mari hilangkan pandangan buruk pada merk lokal dengan memulai dari diri sendiri. Saya berharap dengan membelinya Saya bisa memberitahu secara tidak langsung pada teman-teman sekalian bahwa produk “dulur dewe” itu memang tidak pantas dianggap remeh. Mengapa harus membeli produk lokal? Karena demi Indonesia!

 

Source credit & inspired to Shobihul Muhdhor

Advertisements

17 thoughts on “Alasan Kita HARUS Pakai HH Produk Lokal

  1. paijo

    apapun mereknya kalo android ya rasanya sama aj…ane punya evercoss merk tutupin garskin cuma ganti boot splash S5…jd deh samgal 5 hahha…
    ga beda jauh ama aslinya

  2. bayu sasinda

    好哦y Pada 15 Agu 2014 10.59, “Catatan Rendy” menulis:

    > Rendy Adhie Pradhana posted: “Tahun-tahun ini baik Smartfren, > Evercoss, Advan, Himax, IMO dan produk lokal lainnya gencar memasarkan > produknya, khususnya Android. Ini menunjukkan betapa mereka bersemangat > dalam meningkatkan kualitas produk-produknya agar bisa bersaing dengan merk > Inte”

  3. walagh

    merk lokal bukan jadi masalah buat aku , yg penting buat aku si layar 1280, ram min 1gb ama gpu min adreno 305

  4. heri

    Saya pakai maxtron IP67-3 cocok lah buat yg sekali kegiatan outdoor tp sayang blm ada yg kasih review buat ngeroot ini handset…mungkin bang rendy bisa memberikan pencerahan

  5. nazar

    mantaff.. tapi ga ada yg share cara root produk2 trsebut, kya hh sya polytron yg akhirnya hrus apa adanya.. hehhe

  6. Kurosudiro

    Masalahnya bagaimana bisa produk impor menjual produknya lebih murah drpd produk lokal? Intinya pemerintah ga punya kebijakan khusus untuk melindungi produk lokal..

  7. Abdul Karim

    bagaimana kalau produk lokal bersatu buat produk yg mutakhir bisa bersaing dengan brand global…evercoss, mito, advan, polytron, IMO, dll bersatu. go go go !

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s