Dua Kali, Google Gunakan Motorola untuk Memukul Samsung

Standard

Gordon Kelly, seorang kontributor dan pengamat teknologi menuliskan opini menariknya perihal langkah Google yang mengalahkan Samsung 2 kali berturut-turut. Soal apakah itu, dan bagaimana Google melakukannya?

Menarik untuk menyimak tulisan Beliau yang sebelumnya pernah dimuat di situs berita Forbes berikut ini. Enjoy!

Samsung adalah sebuah manufaktur raksasa. Perusahaan Korea ini mempekerjakan 427.000 staf, memiliki omset tahunan lebih dari 270 miliar dolar dan aset sebesar 600 milyar dolar yang tersebar di lebih dari 80 unit usaha. Namun Google telah menjatuhkan Samsung dua kali, dengan menggunakan ‘tongkat bisbol’ bernama Motorola.

Jika dilihat secara kasat mata, penguasaan atas 81 persen pasar Android menjadikan Samsung dan Google sebagai teman baik. Samsung telah menjadi kekuatan pendorong di belakang pertumbuhan meteorik Android dan menempatkan perangkat mobile Google di posisi terdepan.

Masalahnya adalah, Samsung ingin lebih. Tidak cukup bagi Samsung hanya berpredikat sebagai pembuat ponsel dan tablet Android paling populer. Mereka harus menyembunyikan Android, yang konsekuensinya adalah mengurangi peran Google.

Mengapa?

Samsung menggunakan ‘TouchWiz’, skin antarmuka besutan mereka sendiri yang membungkus aspek-aspek Android sehingga hampir tidak dikenali (sebagai fitur Android). Bagi konsumen umum, yang dilakukan mereka adalah “membeli smartphone merek Samsung (bukan membeli sebuah smartphoen Android)”, sedangkan peran Google di smartphone tersebut tidak disadari oleh mereka.

Lalu kemudian, keadaan menjadi lebih buruk.

Samsung mulai mereduksi fitur-fitur bawaan Android. Fitur dialer telepon, kalender, email client, kontak, notification center, pemutar musik dan video, kontrol suara dan beberapa aplikasi native Android yang diganti dengan aplikasi milik mereka sendiri.

Banyak ulasan negatif yang menyebutkan bahwa antarmuka TouchWiz dan aplikasi yang sifatnya ‘bloatware’ telah memperlambat kinerja Android. TouchWiz juga dianggap memakan lebih banyak ruang penyimpanan sedangkan aplikasi Samsung dipandang memiliki kinerja yang tidak lebih baik dibanding  aplikasi bawaan Android. Lebih buruk lagi, Samsung dianggap melakukan berbagai gimmick yang tak perlu.

Samsung kemudian menempatkan TouchWiz pada perangkat lainnya seperti Smart TV, dimana mereka juga mendominasi pasar tersebut. Mereka bahkan mulai membangun Tizen, yang notabene adalah sistem operasi pesaing Android. Bagi orang awam, penampilan Tizen terlihat tak beda dengan smartphone Samsung lainnya yang berbasis Android. Mengapa? karena smartphone Tizen-nya Samsung juga menggunakan antarmuka TouchWiz.

Dari situ jelas bahwa strategi jangka panjang Samsung adalah berpindah ke Tizen dan mengambil alih sebagian besar pasar handset. Disinilah Google harus bertindak.

Bagaimana?

Motorola adalah jawaban atas pertanyaan bagaimana Google akan bertindak terhadap situasi tersebut .

Tanggal 15 Agustus, Google mengumumkan pembelian Motorola Mobility seharga 12,5 millar Dolar. Dengan demikian, Google juga telah mengakuisi 20.000 hak paten mobile. Google secara terbuka juga menyatakan bahwa pembelian pabrikan Motorola tidak mengganggu hubungan dengan mitra pembuat handset lainnya.

Tentu saja Google tidak berharap bahwa mitra pembuat handset mereka percaya sepenuhnya. Reaksi dingin para pembuat handset yang bekerjasama dengan Google juga menegaskan hal itu. Akankah Google menggunakan Motorola untuk menaikkan bisnis handset mereka sendiri, dimana pasar tersebut adalah milik mereka ?

Jika Google membuat ponsel Android sendiri, maka tak ada satupun pembuat handset,-termasuk Samsung-, mampu menandingi kemampuan Google untuk mensubsidi handsetnya, mengingat Google memiliki pendapatan luar biasa dari iklan.

Umpan telah dipasang oleh Google: ancaman dari handset Android Google telah membuat produsen handset lainnya (baca; Samsung) berhenti bermain-main dengan Android.

Google kemudian menggenjot produksi Nexus dan memperkenalkan smartphone Motorola X dan Motorola G yang menggunakan stok sistem operasi Android asli tanpa kustomisasi.

Samsung berusaha mencegah. 27 Januari 2014, Google dan Samsung menandatangani kesepakatan paten secara luas dan global yang akan berlangsung selama satu dekade.

Ditegaskan dalam kesepakatan tersebut, Samsung akan ‘meredupkan’ TouchWiz dan lebih fokus pada aplikasi inti Android ketimbang melakukan kustomisasi sendiri dan membatalkan proyek kustomisasi yang lebih radikal termasuk proyek antarmuka “magazine UX”. Dua hari kemudian, Google mengumumkan penjualan Motorola Mobility ke Lenovo. Hal ini menunjukkan bahwa kedua perjanjian tersebut bekerja secara pararel.
Dua Kali memukul Samsung

Pertama, meskipun mendominasi pasar Android, Samsung telah ‘dibawa’ kembali ke jalur yang dimaui Google. Samsung tidak akan lagi menutup desain Android, mengeluarkan aplikasi asli milik Android, dan menggunakan aplikasi milik mereka sendiri untuk menutupi kerja keras Google.

Kedua, usaha Samsung untuk melompat dari Android ke Tizen tak lagi mudah. Dengan sistem operasi Android yang semakin kuat di handset Samsung, tidaklah mudah untuk melakukan pergantian ke sistem operasi lain.

Semua yang terjadi di atas menjadi kabar baik bagi semua pengguna Android. Mereka akan lebih mudah untuk berpindah dari satu merek ke merek lainnya (mengingat akan semakin sedikit kustomsasi yang dilakukan oleh pprodusen handset terhadap sistem operasi Android). Sementara, Sistem operasi 4.4 Kitkat yang memiliki kinerja yang lebih cepat dengan fleksibilitas  untuk berjalan di handset dengan kemampuan minim membuka peluang bagi produsen smartphone lain untuk bersaing dengan Samsung.

Well Played, Google

 

Source: http://www.android-indonesia.com/trend-social/item/1039-dua-kali-google-gunakan-motorola-untuk-memukul-samsung

2 thoughts on “Dua Kali, Google Gunakan Motorola untuk Memukul Samsung

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s