Dasar-Dasar Ngoprek Android part 2

Standard

Custom Recovery

Recovery di Android memiliki fungsi jika terdapat masalah seperti perangkat tidak sukses melakukan booting. Custom recovery standar pabrik biasanya hanya memiliki fitur untuk Wipe Data (factory reset). Untuk menginstal Custom ROM, pastinya diperlukan custom recovery dengan penambahan fitur untuk memasangnya. Fitur lainnya di Custom Recovery terdapat beberapa fitur yang membantu untuk ngoprek Android seperti Nandroid Backup dan Restore, partisi SD Card hingga multi booting. Custom Recovery yang banyak dijumpai adalah ClockWorkMod Recovery atau biasa disebut CWM. Meskipun tidak semua devices di dukung ROM Manager (aplikasi untuk instal CWM), tetapi hampir rata-rata custom recovery berasal dari CWM. Developer pada perangkat anda akan membuat CWM yang kompatibel.

clockworkmod-touch

Seiring perkembangan Android, perkembangan Custom Recovery di Android juga turut berkembang. TWRP (Team Win Recovery Project) berhasil menciptakan custom recovery yang lebih interaktif. Jika dahulu CWM di Android untuk navigasi masih menggunakan button hardware, tampilan sederhana dan tidak dapat melakukan charging jika ke mode recovery. Dengan adanya TWRP, Custom Recovery bisa dilakukan dengan sentuhan, tampilan menarik dan terdapat fitur charging. CWM recovery pun bukan tanpa update fitur, sesepuh recovery di android ini juga turut berbenah hingga terdapat versi touch-nya. Jika devices anda mendukung keduanya, pilihan kembali pada Anda untuk bebas menggunakan recovery sesuai pilihan.

nexus-4-twrp-recovery

Tujuan utama dibuatnya custom recovery utama adalah memudahkan menginstal ‘flashable zip’, sesuai namanya file tersebut berekstensi zip. Di dalamnya terdapat script yang mendukung untuk menginstal sesuatu di Custom Recovery. Flashable zip bisa berupa custom ROM, custom Kernel, Baseband (radio pada devices), Google Applications atau sering di sebut gapps yang terdapat aplikasi sistem dari Google yang tidak terdapat di Google Play Store (contohnya seperti: Google Talk, Play Store, Gallery dan Google Search).

Lakukan Nandroid Backup

Custom recovery di Android yang telah root menjadi teman pendamping yang saling melengkapi. Karena adanya root dan bisa mengakses sistem tentu modifikasi bisa dilakukan. Modifikasi Android bukan tanpa kendala, misalnya Anda menggunakan aplikasi pengganti font, menginstal custom ROM, overclock, tidak sengaja menghapus aplikasi sistem yang diperlukan, terkadang perangkat menjadi stuck di Boot Animasi atau bahkan perangkat tidak bisa masuk ke Home Screen. Untuk itu, solusi terbaik adalah melakukan Nandroid Backup yang terdapat di custom recovery. Jika Anda mengalami hal-hal seperti yang disebutkan tadi, tanpa harus instal firmware bawaan pabrik masalah tersebut bisa teratasi. Nandroid Backup akan mengembalikan sistem, aplikasi terinstal termasuk data-data seperti SMS, kontak, akun Google terakhir pada saat Anda melakukan Nandroid Backup.

backup

images (1)

Custom ROM

Tahapan yang menyenangkan bisa dibilang tahapan terakhir dalam kepuasan ngoprek Android. Mencoba beberapa Custom ROM yang ada tentu tidak akan pernah bosan. Dengan adanya Custom ROM akan banyak perubahan yang didapat. Ditambah di tiap-tiap custom ROM di Android memiliki tampilan, fitur, tweak dan optimalisasi yang berbeda. Jika menginstal Custom ROM terbaru rasanya seperti memiliki sebuah perangkat yang baru. Dalam proses pemilihan mana Custom ROM yang terbaik tentunya ada pada kita sebagai pengguna yang mencobanya. Pilihan akan berbeda-beda pada setiap orang. Sehingga, saat pengguna Android bertemu meski perangkat yang digunakan sama belum tentu dari sisi tampilan sama/sejenis. Semuanya tergantung dari cara ngoprek di tiap-tiap pengguna Android. Baik pemilihan aplikasi, Custom Recovery, hingga ke Custom ROM.

images (2)

Jadi apa sebenarnya Custom ROM di Android itu? ROM itu sendiri singkatan dari Read Only Memory. Jika anda pernah bermain Play Stations (PSX), maka game tersebut adalah ROM-nya. Karena permainan itu bersifat Read Only, sehingga anda tidak akan bisa memodifikasinya. Istilah yang paling dekat dengan custom ROM adalah Firmware. Karena memiliki sifat yang sama. Pada custom ROM dan Firmware adalah dimana prosesnya mengacu pada meng-install atau mengubah Android software pada file sistem. Jika anda pernah meng-install ulang komputer dengan menggunakan sistem operasi (Windows, Linux, OSX) prosedurnya pun sama. Menghapus disk yang lama, kemudian memberikan software baru untuk booting pada komputer.

 

Sebelumnya Part 1

Lanjut Part 3

Artikel ini diambil dari oprek-android.com

Advertisements

2 thoughts on “Dasar-Dasar Ngoprek Android part 2

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s