Whatsapp Hanya Bisa Bertahan Pada Ponsel Android, Benarkah?

Standard

 

 

Berkomunikasi merupakan salah satu bentuk dari ungkapan atau cara untuk menyampaikan pesan dari satu orang ke orang yang lainnya. Berkomunikasi juga adalah salah satu cara untuk menjalin tali silaturrahmi kepada manusia. Sejatinya yang namanya komunikasi ini tak akan terlepas dari kehidupan interaksi manusia satu dengan manusia yang lainnya. Semua orang pasti pernah melakukannya.

 

Dalam perkembangan era teknologi ini kita sering memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi baik berupa voice, msaupun yang hanya berupa teks. Untuk kali ini saya akan mengambil contoh komunikasi teknologi yang berbentuk teks. Rekan blogger, apakah kalian disini sudah banyak yang mengenal BBM? kira-kira apakah ada yang belum mengenalnya? Kalau ada berarti bener-bener gak gaul (kata anak jaman sekarang “gak punya BB? Hari gini?”) . Jadi kalau bicara soal komunikasi yang berbentuk teks para pengguna gadget ini sepertinya lebih nyaman menggunakan aplikasi chatting untuk melakukan komunikasinya daripada harus mengirim pesan via sms.

 

Fenomena seperti BBM tersebut sudah cukup membuktikan bahwa orang-orang ternyata cenderung lebih friendly untuk menggunakan aplikasi chatting ketimbang harus sms. Pasti disekitar kita sering mendengar kalimat seperti ini : “eh entar gue BM loe yaa” (apa BM? Black Market maksudnya?). Ya, itu sekilas dari aplikasi chatting yang cukup mewabah dikalangan anak muda sekarang.

 

Setelah munculnya dan semakin populernya aplikasi BBM (Blackberry Messenger) ini, tiba-tiba lambat laun berbagai macam aplikasi chatting mulai bermunculan. Dimulai dengan hadirnya Whatsapp. Aplikasi chatting Whatsapp ini hadir dengan keunggulannya yang bisa digunakan kedalam berbagai jenis perangkat, mulai dari iphone, Android, Blackberry dan juga symbian. Semuanya bisa saling terhubung antar sistem operasi mobile satu dengan yang lainnya dan bisa saling berkomunikasi. Aplikasi ini semuanya bisa diunduh melalui situs resminya di www.whatsapp.com atau melalui market di masing-masing perangkat.

 

Kalau bisa dibilang menurut pendapat saya kepopuleran Whatsapp ini hampir setara mendekati ramainya BBM. Dan juga saya akui meski aplikasi Whatsapp bisa digunakan pada berbagai perangkat tapi kepopuleran BBM masih berada diatasnya. Akan tetapi misalnya jika kita memiliki teman yang mempunyai gadget berbeda-beda tentunya kita tidak akan bisa memaksakan kepada teman kita untuk menggunakan satu perangkat gadget saja kan? (kecuali kalau kita mau membelikannya).

 

Hal itu yang saat ini sedang saya alami sekarang, saat ini saya mempunyai beberapa teman yang memiliki gadget yang berbeda-beda namun terhubung dalam satu grup diskusi dengan menggunakan aplikasi Whatsapp. Jelas pilihannya adalah whatsapp, karena ya itu tadi kita mempunyai latar belakang pengguna gadget yang berbeda-beda (hasyah bahasanya). Dalam kelompok diskusi tersebut kebanyakan teman saya menggunakan ponsel Andorid sekitar 85%, pengguna BB 12%, dan sisanya adalah ponsel symbian.

 

Bisa dikatakan grup diskusi saya dan teman-teman saya tersebut sangat hyperactive. Dimana pada kenyataannya setiap menitnya akan ada obrolan yang masuk, meski kadang pembahasannya gak bermutu apalagi kalau ditambah saya ikutan nimbrung makin jadi rusuh grupnya :D.

 

Makin lama makin seringnya kita ngobrol gak penting kedalam grup tiba-tiba ada beberapa teman saya yang satu grup di whatsapp itu mencutat (bahasa kerennya) atau leave group dalam artian meninggalkan percakapan dan keluar dari grup tersebut. Setelah saya tanya alsannya kenapa? Ternyata gadget yang mereka miliki hang dan eror gara-gara harus selalu menerima notifikasi percakapan teman-teman dari grup whatsapp tersebut.

 

Jadi tiba-tiba terlintas dipikiran saya, ah apa iya gadget selain Android yang bisa di install app Whatsapp ini akan mental (gak kuat) jika harus selalu sering menerima notifikasi, terlebih lagi pada ponsel symbian, yang mana kata teman saya yang memiliki ponsel symbian tersebut mengatakan ponsel symbian yang di install Whatsapp cukup rentan untuk selalu bisa menerima notifikasi percakapan. Hal itu yang menyimpulkan pendapat saya kalau sepertinya aplikasi Whatsapp ini cukup bisa bertahan pada ponsel Android saja.

 

Namun pernyataan saya juga masih belum bisa menguatkan, karena teman saya yang satu grup di Whatsapp tersebut tidak ada yang menggunakan iphone, maka saya belum mengetahui jika whatsapp pada iphone ini apakah akan berlaku sama seperti BB dan symbian yang akan selalu hang jika harus menerima notifikasi terus-terusan? Atau malah sebaliknya, Whatsapp akan lebih kuat di pasang di iphone daripada Android. Bagaimana menurut pendapat kalian?

 

Oke, langsung pada kesimpulan saja, yang namanya teknologi pasti ada kelemahan dan kelebihannya. Kita sebagai manusia yang membuat teknologi tersebut pastinya akan terus selalu berinovasi untuk menciptakan hal-hal baru yang lebih mendukung kebutuhan manusia itu sendiri.

 

Jadi untuk bisa lebih memperjelas mengenai pendapat saya kali ini silahkan rekan-rekan blogger maupun rekan-rekan pembaca bisa berpendapat dibawah ini. Mungkin saja pernah mengalami hal demikian atau punya pengalaman yang sesuai dengan pembahasan saya kali ini. Terima kasih.

 

Salam @RendyPradhana

Sumber

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s